Rabu, 02 November 2016

Doa saat Mendengar Halilintar

Dalam kitab al-Muwaththa malalui sanad yang shahih disebutkan, kala mendengar guruh (halilintar) Rasulullah menghentikan pembicaraan lalu berucap:



Doa saat Mendengar Halilintar (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Mendengar Halilintar (Sumber Gambar : Nu Online)


Doa saat Mendengar Halilintar

Subhnal-ladz yusabbihur radu bihamdihi walmal-ikatu min khfatihi

ArtinyaMahasuci (Allah) Dzat yang guruh itu bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya.

Nadlatul Ulama

Dalam riwayat lain dengan sanad yang dlaf (lemah), doa lain Rasulullah saat mendengar guruh adalah:

Nadlatul Ulama

Allahumma l taqtuln bighadlabika wal tuhlikn biadzbika wa fina qabla dzlika

Ya Allah, jangan Kau bunuh diri kami dengan murka-Mu, dan jangan Kau rusak diri kami dengan siksa-Mu, dan maafkanlah kami sebelum semua itu.

Jika doa yang kedua menunjukkan kecemasan akan murka dan mati sebelum dosa-dosa terampuni, maka yang pertama tidak demikian. Doa yang pertama mengesankan adanya kesadaran bahwa guruh dan malaikat pun bertasbih dan memuji Allah. Keduanya sunnah diamalkan sebagai bentuk dzikir kepada-Nya. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)

Dari (Doa) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66653/doa-saat-mendengar-halilintar

Nadlatul Ulama

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock