Sabtu, 13 Mei 2017

Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki

Istambul, Nadlatul Ulama. Berbeda dengan tradisi di Indonesia, malam Lailatul Qadar di Turki diperingati pada malam 27 Ramadhan. Tahun ini malam 27 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 1 Juli. Umat Muslim Turki secara serentak menyambut datangnya malam Lailatul Qadar. Seluruh jamaah berbondong-bondong memadati masjid di kawasan mereka masing masing.

Tradisi Kadir Gecesi juga dirayakan oleh umat Muslim di Konya. Di kota Sufi Maulana Jalaluddin Rumi ini, para jamaah setelah shalat Magrib mulai memadati halaman masjid Selimiye yang terletak di komplek makam dan museum Rumi. Perayaan Lailatul Qadar di Konya dihadiri sekitar 100 ribu jamaah. Mereka melaksanakan shalat Tarawih 20 rakaat dan shalat Witir 3 rakaat. Di luar itu ada jeda untuk mengambil atau memperbarui wudhu bagi yang batal. Ibadah selanjutnya shalat Lailatul Qadar sebanyak 4 rakaat. Pada rekaat pertama dan ketiga mereka membaca surat Al-Fatihah dan Al-Qodar. Pada rekaat kedua dan keempat mereka membaca surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.

Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)


Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki

Di luar komando para imam dan mufti tersebut, jamaah bebas melaksanakan shalat sunnah lainnya seperti Tahajud.

Salah satu hal unik yang bisa ditemui di Masjid Selimiye, Konya adalah diantara dua menara masjid terdapat lampu bernama mahya yang memijarkan kalimat kadir gecesi bin aydan daha hayrldr (malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan). Perayaan malam Lailatul Qadar ini berlangsung hingga waktu sahur. Para jemaah setelah melakukan ibadah disediakan makan sahur oleh panitia acara. (Heri Pabriantok/Mukafi Niam)

Nadlatul Ulama

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69536/kadir-gecesi-tradisi-berburu-lailatul-qadar-di-turki

Nadlatul Ulama

Nadlatul Ulama

Rabu, 26 April 2017

Dihadiahi Kapal Maut, Hatta Rajasa Diminta Mundur

Jakarta, Nadlatul Ulama. Ratusan massa yang tergabung dalam Kaukus Muda Peduli Reformasi Transportasi (Kampret), Kamis (11/1) siang berunjuk rasa di depan Kantor Departemen Perhubungan (Dephub) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Mereka menghadiahi sebuah replika kapal maut sebagai tanda tuntutan mundur terhadap Menteri Perhubungan Hatta Rajasa.

Kapal Maut yang terbuat dari gerobak itu dimaksudkan sebagai Kapal Motor (KM) Senopati Nusantara yang tenggelam di sekitar Pulau Mandalika, Jepara, Jateng, akhir Desember 2006 lalu. Di dalamnya duduk seorang lelaki dengan kepala diperban. Kaos putih yang dikenakannya sobek-sobek dan penuh noda merah.

"Turun! Turun!" teriak para pengunjuk rasa.

Para demonstran yang datang sejak pukul 13.20 WIB itu membawa sejumlah poster dan foto Hatta Rajasa yang antara lain bertuliskan "Hatta Di Mana Nuranimu?" "Naik Kereta Berasa Naik Keranda," dan "Turun Menhub Segera!"

Dihadiahi Kapal Maut, Hatta Rajasa Diminta Mundur (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiahi Kapal Maut, Hatta Rajasa Diminta Mundur (Sumber Gambar : Nu Online)


Dihadiahi Kapal Maut, Hatta Rajasa Diminta Mundur

Selain menuntut pengunduran diri menteri berambut putih tersebut, para pengunjuk rasa juga meminta pemerintah agara melakukan reformasi total dan regulasi perhubungan agar berpihak pada kepentingan publik.

Mereka juga mendesak pemerintah agar menindak tegas perusahaan transportasi di Indonesia yang tidak mengindahkan keamanan penumpang. "Tindak tegas dan cabut izin operasional armada atau maskapai yang terbukti banyak mengorbankan nyawa manusia," teriak Taufik Hidayat, koordinator aksi.

Restrukturisasi di departemen yang dipimpin menteri asal Partai Amanat Nasional itu juga tak luput dari tuntutan para pengunjuk rasa. Restrukturisasi Dephub agar bisa bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar, tambah Taufik Hidayat.

Nadlatul Ulama

Setelah puas menyampaikan aspirasinya, sekitar pukul 14.30 WIB, para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. (rif)

Nadlatul Ulama

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5818/dihadiahi-amp8220kapal-mautamp8221-hatta-rajasa-diminta-mundur

Nadlatul Ulama

Senin, 06 Maret 2017

Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat

Jakarta, Nadlatul Ulama. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengatakan, NU memiliki pengalaman berpolitik yang cukup kaya. Ormas Islam yang didirikan para kiai ini pada awal kelahirannya menerapkan politik tingkat tinggi (siyasah aliyah) baik saat menghadapi kolonial ataupun menjaga masa-masa awal kemerdekaan Indonesia.

Pada tahun 1955, NU berubah menjadi partai tersendiri akibat situasi dan dinamika politik yang berlangsung saat itu; kemudian berfusi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 1977.

Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat (Sumber Gambar : Nu Online)


Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat

Kiai Malik menjelaskan, langkah politik praktis NU ini lalu disudahi dengan mendeklarasikan kembali ke khittah 1926, yakni memantabkan diri sebagai organisasi sosial keagamaan sebagaimana semangat pendirian awal.

Namun, tambahnya, pada tahun 1988 NU tergoda lagi untuk berpolitik praktis. Meskipun telah kembali menjadi ormas sosial keagamaan, NU turut membentuk partai politik, yakni Partai Kebangkitan Bangsa.

Nadlatul Ulama

Dan ternyata setelah bereksperimen sekian lama NU memang tidak cocok berpolitik praktis karena mudaratnya lebih besar dari pada maslahatnya, kata Kiai Malik dalam diskusi Membincang Fiqh Siyasah: Menakar Kemanfaatan atau Kemudaratan di Jakarta, Sabtu (11/7) petang.

Nadlatul Ulama

Tugas NU

Baginya, NU saat ini lebih tepat menerapkan siyasa aliyah atau siyasah samiyah (politik tingkat tinggi) sebagaimana pesan almarhum Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfud. Yakni, politik kebangsaan dan kerakyatan yang tidak terjebak pada kelompok politik tertentu.

Tugas NU sekarang adalah mengkritisi kebijakan-kebijakan negara yang hanya menguntungkan penguasa dan pengusaha. Itu tugas NU, tegas kiai asal Madura ini.

Kiai Malik juga mengkritik sistem politik yang tengah berlangsung di Tanah Air. Ia menilai pemilu kepala daerah (pemilukada) tak seyogianya dilaksanakan secara langsung. Munas NU 2012 juga memandang bahwa dampak kerugian pemilukada sangat besar bagi warga.

Pendidikan politik yang menjadi kemaslahatan pemilukada sama sekali tidak terjadi, karena justru yang terjadi adalah mengantarkan warga untuk menjual hati nuraninya, katanya.

Forum diskusi Membincang Fiqh Siyasah: Menakar Kemanfaatan atau Kemudaratan diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU. Hadir pula sebagai pembicara peneliti Institute for Ecosos Right Sri Palupi, Hilmi Aly, Wasekjen PBNU Adnan Anwar. (Mahbib Khoiron)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53215/politik-praktis-nu-datangkan-banyak-mudarat

Sabtu, 04 Maret 2017

PBNU Tidak Haramkan Game Pokemon GO

Cirebon, Nadlatul Ulama. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa hukum permainan online Pokemon GO yang marak diperbincangkan masyarakat adalah makruh. Forum bahtsul masail pada Rapat Pleno PBNU sepakat menganalogikan game tersebut dengan permainan catur yang cenderung melalaikan.

"Kenapa PBNU sampai harus membahas Pokemon GO? Karena banyak masyarakat bertanya. NU harus merespon cepat masalah yang berkembang di masyarakat," kata Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini pada jumpa pers pada akhir Rapat Pleno PBNU di Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Kabupaten Cirebon, Senin (25/7) siang.

PBNU Tidak Haramkan Game Pokemon GO (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tidak Haramkan Game Pokemon GO (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Tidak Haramkan Game Pokemon GO

Forum bahtsul masail, kata Helmy, membuat catatan bahwa permainan apapun pada prinsipnya adalah makruh karena melenakan.

"Tetapi ketika permainan itu menimbulkan mafsadat dan membuat orang lalai dari kewajibannya, maka hukum bermain Pokemon GO menjadi haram," Kata Helmy.

Nadlatul Ulama

Jadi letak keharaman permainan itu ada pada pelalaian kewajiban seseorang.

Nadlatul Ulama

"Masalah ini bukan hanya jadi isu di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara di dunia. Itu karenanya mengapa PBNU mengangkat masalah game online Pokemon," kata Helmy.

Sementara permainan catur yang dijadikan model analogi permainan online Pokemon itu pernah diputuskan NU pada semuah muktamar, tutup Helmy. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69955/pbnu-tidak-haramkan-game-pokemon-go

Nadlatul Ulama

Senin, 09 Januari 2017

Santri Pesantren Aji Mahasiswa Al-Muhsin Terpilih Jadi Duta Santri 2016

Yogyakarta, Nadlatul Ulama. Dua santri perwakilan Pesantren Aji Mahasiswa Al-Muhsin Krapyak Wetan Yogyakarta terpilih sebagai Duta santri 2016, Rabu (26/10) setelah melewati beberapa tahap seleksi, mulai dari seleksi berkas maupun wawancara. Tidak berakhir sampai disitu untuk memenangi gelar Duta Santri 2016 dibutuhkan keluasan akan wawasan kenegaraan serta Aswaja.

Annas Rolli Muchlisin santri asal Kalimantan Selatan yang mewakili Pesantren Aji Mahasiswa Al-Muhsin meraih juara 1 ketegori putra pada malam puncak penganugerahan Duta Santri 2016. Rasa senang dan sedih bercampur aduk.

Santri Pesantren Aji Mahasiswa Al-Muhsin Terpilih Jadi Duta Santri 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Aji Mahasiswa Al-Muhsin Terpilih Jadi Duta Santri 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)


Santri Pesantren Aji Mahasiswa Al-Muhsin Terpilih Jadi Duta Santri 2016

"Senang karena terpilih sebagai duta santri 2016, sedih karena memikul tanggung jawab moral yang amat besar sebagai seorang duta, terlebih sebagai duta santri. Bismillah!" ujar Annas Rolli Muchlisin.

Nadlatul Ulama

Selain itu, Azhari Andi yang juga santri delegasi dari PP Aji Mahasiswa Al-Muhsin asal Sumatera Selatan juga menyabet juara 2 kategori putra dalam ajang yang sama, pemilihan Duta Santri 2016. Kegembiraan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Pemilihan Duta Santri 2016 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Rabithah Mahad Islamiyah (RMI) PBNU. Acara ini termasuk dalam rangkaian acara Pekan Kreativitas Santri Nasional di Hari Santri 2016.

Nadlatul Ulama

Acara Pekan Kreativitas Santri Nasional ini secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (26/10). Menag mengpresiasi acara tersebut dengan baik.

"Penghargaan yang tinggi kepada Rabithah Maahid Islamiyah NU yang mengadakan Pekan Kreativitas Santri Nasional dalam rangka #HariSantri," tulis Menag dalam akun Twitter miliknya. (Khalq/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72441/santri-pesantren-aji-mahasiswa-al-muhsin-terpilih-jadi-duta-santri-2016

Nadlatul Ulama

Minggu, 08 Januari 2017

Kaji Demokrasi Muka Dua, Sekjen GP Ansor Promosi Doktor

Depok, Nadlatul Ulama. Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Muhammad Aqil Irham menjalani Sidang Terbuka Senat Akademik untuk promosi menjadi doktor dalam bidang sosiologi di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (5/1).

Menurut Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto yang hadir pada di auditorium Juwono Sudarsono Gedung F lantai 2 Kampus Fisip UI Depok tersebut, Aqil Irham dipromosikan menjadi doktor dalam bidang sosiologi.

Kaji Demokrasi Muka Dua, Sekjen GP Ansor Promosi Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaji Demokrasi Muka Dua, Sekjen GP Ansor Promosi Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)


Kaji Demokrasi Muka Dua, Sekjen GP Ansor Promosi Doktor

Gatot menambahkan, Aqil Irham menulis disertasii berjudul Demokrasi "Muka Dua"pada Negara dan Masyarakat (Studi Pemilukada di Lampung). Promotornya ialah Profesor Dr Sudarsono Hardjosoekarto dan Ko-Promotor Dr Iwan Gardono Sujatmiko.

Nadlatul Ulama

Rektor Universitas Indonesia, kata dia, mengundang sejumlah pihak untuk menghadiri acara tersebut. Hadir memenuhi undangan itu di antaranya Pimpinan Wilayah GP Ansor Lampung.

Dipimpin Sekretaris Wilayah Muhyidin Thohir berikut pimpinan anak cabang dari lima belas kabupaten/kota juga menghadiri acara tersebut," ujar Gatot didampingi Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Heri Amanudin ketika dihubungi Nadlatul Ulama Senin (5/1).

Nadlatul Ulama

Sejumlah Pengurus Cabang GP Ansor berikut anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang hadir antara lain dari Lampung Timur, Lampung Barat, Lampung Tengah, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Metro, Bandarlampung, Tanggamus dan Waykanan.

Pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai daerah patut berbangga atas promosi doktor Sekjend PP GP Ansor sahabat Muhammad Aqil Irham dan melecut diri untuk selalu meningkatkan kapasitas, " katanya. (Hasyim Asari/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56809/kaji-quotdemokrasi-muka-duaquot-sekjen-gp-ansor-promosi-doktor

Nadlatul Ulama

Rabu, 04 Januari 2017

Kisah Tragis Menjelang Bung Karno Wafat Sebagai Tahanan Politik

Nadlatul Ulama - "Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno, 1967)

Kisah Tragis Menjelang Bung Karno Wafat Sebagai Tahanan Politik - Nadlatul Ulama
Kisah Tragis Menjelang Bung Karno Wafat Sebagai Tahanan Politik - Nadlatul Ulama


Kisah Tragis Menjelang Bung Karno Wafat Sebagai Tahanan Politik

Tak lama setelah mosi tidak percaya parlemen bentukan Nasution di tahun 1967 dam MPRS menunjuk Suharto sebagai Presiden RI, Bung Karno menerima surat untuk segera meninggalkan Istana dalam waktu 2 X 24 Jam.

Kisah Tragis Menjelang Bung Karno Wafat Sebagai Tahanan Politik - Nadlatul Ulama
Kisah Tragis Menjelang Bung Karno Wafat Sebagai Tahanan Politik - Nadlatul Ulama


Kisah Tragis Menjelang Bung Karno Wafat Sebagai Tahanan Politik

Bung Karno tidak diberi waktu untuk menginventarisir barang-barang pribadinya. Wajah-wajah tentara yang mengusir Bung Karno tidak bersahabat lagi. "Bapak harus cepat meninggalkan Istana ini dalam waktu dua hari dari sekarang!".

Bung Karno pergi ke ruang makan dan melihat Guruh sedang membaca sesuatu di ruang itu. "Mana kakak-kakakmu," kata Bung Karno. Guruh menoleh ke arah Bapaknya dan berkata "Mereka pergi ke rumah Ibu".

Rumah Ibu yang dimaksud adalah rumah Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru. Bung Karno berkata lagi "Mas Guruh, Bapak tidak boleh lagi tinggal di Istana ini lagi, kamu persiapkan barang-barangmu, jangan kamu ambil lukisan atau hal lain, itu punya negara," kata Bung Karno.

Bung Karno lalu melangkah ke arah ruang tamu Istana, di sana ia mengumpulkan semua ajudan-ajudannya yang setia. Beberapa ajudannya sudah tidak kelihatan karena para ajudan bung karno sudah ditangkapi karena diduga terlibat Gestapu. "Aku sudah tidak boleh tinggal di Istana ini lagi, kalian jangan mengambil apapun, lukisan-lukisan itu, souvenir dan macam-macam barang. Itu milik negara."

Semua ajudan menangis saat tahu Bung Karno mau pergi "Kenapa bapak tidak melawan, kenapa dari dulu bapak tidak melawan," salah satu ajudan separuh berteriak memprotes tindakan diam Bung Karno.

"Kalian tahu apa, kalau saya melawan nanti perang saudara, perang saudara itu sulit jikalau perang dengan Belanda jelas hidungnya beda dengan hidung kita. Perang dengan bangsa sendiri tidak, wajahnya sama dengan wajahmu, keluarganya sama dengan keluargamu, lebih baik saya yang robek dan hancur daripada bangsa saya harus perang saudara," tegas Bung Karno kepada ajudannya.

Tiba-tiba beberapa orang dari dapur berlarian saat mendengar Bung Karno mau meninggalkan Istana. "Pak kami memang tidak ada anggaran untuk masak, tapi kami tidak enak bila bapak pergi, belum makan. Biarlah kami patungan dari uang kami untuk masak agak enak dari biasanya."

Bung Karno tertawa "Ah, sudahlah sayur lodeh basi tiga itu malah enak, kalian masak sayur lodeh saja. Aku ini perlunya apa."

Di hari kedua saat Bung Karno sedang membenahi baju-bajunya, datang perwira suruhan Orde Baru. "Pak, Bapak harus segera meninggalkan tempat ini." Beberapa tentara sudah memasuki ruangan tamu dan menyebar sampai ke ruang makan.

Mereka juga berdiri di depan Bung Karno dengan senapan terhunus. Bung Karno segera mencari koran bekas di pojok kamar, dalam pikiran Bung Karno yang ia takutkan adalah bendera pusaka akan diambil oleh tentara.

Lalu dengan cepat Bung Karno membungkus bendera pusaka dengan koran bekas, ia masukkan ke dalam kaos oblong, Bung Karno berdiri sebentar menatap tentara-tentara itu, namun beberapa perwira mendorong tubuh Bung Karno untuk keluar kamar.

Sesaat ia melihat wajah Ajudannya Maulwi Saelan (pengawal terakhir Bung Karno) dan Bung Karno menoleh ke arah Saelan.

"Aku pergi dulu," kata Bung Karno dengan terburu-buru. "Bapak tidak berpakaian rapih dulu, Pak" Saelan separuh berteriak.

Bung Karno hanya mengibaskan tangannya. Bung Karno langsung naik VW Kodok, satu-satunya mobil pribadi yang ia punya dan meminta sopir diantarkan ke Jalan Sriwijaya, rumah Ibu Fatmawati.

Di rumah Fatmawati, Bung Karno hanya duduk seharian saja di pojokan halaman, matanya kosong. Ia meminta bendera pusaka dirawat hati-hati. Bung Karno kerjanya hanya mengguntingi daun-daun di halaman.

Kadang-kadang ia memegang dadanya yang sakit, ia sakit ginjal parah namun obat yang biasanya diberikan sudah tidak boleh diberikan. Sisa obat di Istana dibuang.

Suatu saat Bung Karno mengajak ajudannya yang bernama Nitri, gadis Bali, untuk jalan-jalan. Saat melihat duku, Bung Karno ingin sekali duku itu tapi dia tidak punya uang. "Aku pengen duku, ...Tru, Sing Ngelah Pis, aku tidak punya uang." Nitri yang uangnya pas-pasan juga melihat ke dompetnya, ia merasa cukuplah buat beli duku satu kilo.

Lalu Nitri mendatangi tukang duku dan berkata "Pak Bawa dukunya ke orang yang ada di dalam mobil". Tukang duku itu berjalan dan mendekat ke arah Bung Karno. "Mau pilih mana Pak, manis-manis nih," sahut tukang duku dengan logat betawi kental.

Bung Karno dengan tersenyum senang berkata "coba kamu cari yang enak". Tukang Duku itu mengernyitkan dahinya, ia merasa kenal dengan suara ini. Lantas tukang duku itu berteriak "Bapak...Bapak....Bapak...Itu Bapak...Bapaak!," tukang duku malah berlarian ke arah teman-temannya di pinggir jalan. "Ada Pak Karno, Ada Pak Karno," mereka berlarian ke arah mobil VW Kodok warna putih itu dan dengan serta merta para tukang buah memberikan buah-buah pada Bung Karno.

Awalnya Bung Karno tertawa senang, ia terbiasa menikmati dengan rakyatnya. Tapi keadaan berubah kontan dalam pikiran Bung Karno, ia takut rakyat yang tidak tau apa-apa ini lantas digelandang tentara gara-gara dekat dengan dirinya. "Tri, berangkat ....cepat," perintah Bung Karno dan ia melambaikan ke tangan rakyatnya yang terus menerus memanggil namanya bahkan ada yang sampai menitikkan air mata. Mereka tahu pemimpinnya dalam keadaan susah.

Mengetahui bahwa Bung Karno sering keluar dari Jalan Sriwijaya, membuat beberapa perwira pro Suharto tidak suka. Tiba-tiba satu malam ada satu truk ke rumah Fatmawati dan mereka memindahkan Bung Karno ke Bogor. Di Bogor ia dirawat oleh Dokter Hewan!

Tak lama setelah Bung Karno dipindahkan ke Bogor, datanglah Rachmawati, ia melihat ayahnya dan menangis keras-keras saat mengetahui wajah ayahnya bengkak-bengkak dan sulit berdiri.

Saat melihat Rachmawati, Bung Karno berdiri lalu terhuyung dan jatuh. Ia merangkak dan memegang kursi. Rachmawati langsung teriak menangis.

Malamnya Rachmawati memohon pada Bapaknya agar pergi ke Jakarta saja dan dirawat keluarga. "Coba aku tulis surat permohonan kepada Presiden," kata Bung Karno dengan suara terbata. Dengan tangan gemetar Bung Karno menulis surat agar dirinya bisa dipindahkan ke Jakarta dan dekat dengan anak-anaknya.

Rachmawati adalah puteri Bung Karno yang paling nekat. Pagi-pagi setelah mengambil surat dari bapaknya, Rachma langsung ke Cendana rumah Suharto. Di Cendana ia ditemui Bu Tien yang kaget saat melihat Rachma ada di teras rumahnya.

"Lhol, Mbak Rachma ada apa?" tanya Bu Tien dengan nada kaget. Bu Tien memeluk Rachma, setelah itu Rachma bercerita tentang nasib bapaknya. Hati Bu Tien rada tersentuh dan menggenggam tangan Rachma lalu dengan menggenggam tangan Rachma. Bu Tien mengantarkan ke ruang kerja Pak Harto.

"Lho, Mbak Rachma..ada apa?" kata Pak Harto dengan nada santun. Rachma-pun menceritakan kondisi Bapaknya yang sangat tidak terawat di Bogor. Pak Harto berpikir sejenak dan kemudian menuliskan memo yang memerintahkan anak buahnya agar Bung Karno dibawa ke Jakarta. Diputuskan Bung Karno akan dirawar di Wisma Yaso.

Bung Karno lalu dibawa ke Wisma Yaso, tapi kali ini perlakuan tentara lebih keras. Bung Karno sama sekali tidak diperbolehkan keluar dari kamar. Seringkali ia dibentak bila akan melakukan sesuatu. Suatu saat Bung Karno tanpa sengaja menemukan lembaran koran bekas bungkus sesuatu, koran itu langsung direbut dan ia dimarahi.

Kamar Bung Karno berantakan sekali, jorok dan bau. Memang ada yang merapikan tapi tidak serius. Dokter yang diperintahkan merawat Bung Karno, dokter Mahar Mardjono nyaris menangis karena sama sekali tidak ada obat-obatan yang bisa digunakan Bung Karno.

Ia tahu obat-obatan yang ada di laci Istana sudah dibuangi atas perintah seorang Perwira Tinggi. Mahar Mardjono hanya bisa memberikan Vitamin dan Royal Jelly yang sesungguhnya hanya madu biasa. Jika sulit tidur, Bung Karno diberi Valium. Sukarno sama sekali tidak diberikan obat untuk meredakan sakit akibat ginjalnya tidak berfungsi.

Banyak rumor beredar di masyarakat bahwa Bung Karno hidup sengsara di Wisma Yaso, beberapa orang diketahui diceritakan nekat membebaskan Bung Karno.

Bahkan ada satu pasukan khusus KKO dikabarkan sempat menembus penjagaan Bung Karno dan berhasil masuk ke dalam kamar Bung Karno, tapi Bung Karno menolak untuk ikut karena itu berarti akan memancing perang saudara.

Pada awal tahun 1970 Bung Karno datang ke rumah Fatmawati untuk menghadiri pernikahan Rachmawati. Bung Karno yang jalan saja susah datang ke rumah isterinya itu. Wajah Bung Karno bengkak-bengkak.

Ketika tau Bung Karno datang ke rumah Fatmawati, banyak orang langsung berbondong-bondong ke sana dan sesampainya di depan rumah mereka berteriak "Hidup Bung Karno....hidup Bung Karno....Hidup Bung Karno...!!!!!"

Sukarno yang reflek karena ia mengenal benar gegap gempita seperti ini, ia tertawa dan melambaikan tangan, tapi dengan kasar tentara menurunkan tangan Sukarno dan menggiringnya ke dalam. Bung Karno paham dia adalah tahanan politik.

Masuk ke bulan Februari, penyakit Bung Karno parah sekali ia tidak kuat berdiri, hanya tidur saja. Tidak boleh ada orang yang bisa masuk. Ia sering berteriak kesakitan. Biasanya penderita penyakit ginjal memang akan diikuti kondisi psikis yang kacau.

Ia berteriak " Sakit....Sakit ya Allah...Sakit...," tapi tentara pengawal diam saja karena diperintahkan begitu oleh komandan. Sampai-sampai ada satu tentara yang menangis mendengar teriakan Bung Karno di depan pintu kamar. Kepentingan politik tak bisa memendung rasa kemanusiaan, dan air mata adalah bahasa paling jelas dari rasa kemanusiaan itu.

Hatta yang dilapori kondisi Bung Karno menulis surat pada Suharto dan mengecam cara merawat Sukarno. Di rumahnya, Hatta duduk di beranda sambil menangis sesenggukan, ia teringat sahabatnya itu. Lalu dia bicara pada isterinya Rachmi untuk bertemu dengan Bung Karno.

"Kakak tidak mungkin ke sana, Bung Karno sudah jadi tahanan politik," ujar istri bung hatta. Hatta menoleh pada isterinya dan berkata "Sukarno adalah orang terpenting dalam pikiranku, dia sahabatku, kami pernah dibesarkan dalam suasana yang sama agar negeri ini merdeka. Bila memang ada perbedaan di antara kami, itu lumrah tapi aku tak tahan mendengar berita Sukarno disakiti seperti ini".

Hatta menulis surat dengan nada tegas kepada Suharto untuk bertemu Sukarno, ajaibnya surat Hatta langsung disetujui, ia diperbolehkan menjenguk Bung Karno.

Hatta datang sendirian ke kamar Bung Karno yang sudah hampir tidak sadar, tubuhnya tidak kuat menahan sakit ginjal. Bung Karno membuka matanya. Hatta terdiam dan berkata pelan "Bagaimana kabarmu, No?" kata Hatta ia tercekat mata Hatta sudah basah.

Bung Karno berkata pelan dan tangannya berusaha meraih lengan Hatta "Hoe gaat het met Jou?" kata Bung Karno dalam bahasa Belanda (Bagaimana pula kabarmu, Hatta?). Hatta memegang lembut tangan Bung Karno dan mendekatkan wajahnya, air mata Hatta mengenai wajah Bung Karno dan Bung Karno menangis seperti anak kecil.

Dua proklamator bangsa ini menangis, di sebuah kamar yang bau dan jorok, kamar yang menjadi saksi ada dua orang yang memerdekakan bangsa ini di akhir hidupnya merasa tidak bahagia, suatu hubungan yang menyesakkan dada.

Tak lama setelah Hatta pulang, Bung Karno meninggal. Sama saat Proklamasi 1945, Bung Karno menunggui Hatta di kamar untuk segera membacakan Proklamasi. Saat kematiannya-pun Bung Karno juga seolah menunggu Hatta dulu, baru ia berangkat menemui Tuhan. [Nadlatul Ulama]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/kisah-tragis-menjelang-bung-karno-wafat-sebagai-tahanan-politik.html

Selasa, 27 Desember 2016

Catat Daftar Gembong Wahabi Salafi di Pengajian Salafi

Nadlatul Ulama - Kajian Islam salafi atau pengajian salafi yang biasanya diadakan di masjid-masjid dan kantor-kantor biasanya merujuk kepada syeikh atau referensi buku aliran wahabi. Kaum wahabi biasa menyebut rujukannya sebagai ulama salaf. Kaum wahabi gemar menggunakan nama awalan Abu. Disebut abu salafy. Makanya mereka suka dan bangga menyebut diri kaum salafi. Siapa wahabi yang dijadikan referensi debat wahabi semacam di acara rodja tv wahabi itu?

Berikut daftar nama para syeikh wahabi, ustadz wahabi dan tokoh wahabi, baik dari luar negeri maupun dari Indonesia sendiri: Syaikh Abdul Aziz bin Baz (1330 H – 1420 H)

Catat Daftar Gembong Wahabi Salafi di Pengajian Salafi - Nadlatul Ulama
Catat Daftar Gembong Wahabi Salafi di Pengajian Salafi - Nadlatul Ulama


Catat Daftar Gembong Wahabi Salafi di Pengajian Salafi

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (1347 H – 1421 H)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (1115 H – 1206 H)

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (1333 H – 1420 H)

Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (1345 H – ? )

Syaikh Muhammad bin Muhammad Dhiya’i

Syaikh Abdurahman bin Nashir As-Sa’di (1307 H – 1376 H)

Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’i ( ? – 1422 H)

Syaikh Abul A’ala Maududi al-Hindi

Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly

Syaikh Muhammad Taqiyuddin An-Nabhani (1909 – 1977)

Syaikh Abdulloh bin Abdurrahman Al Jibrin

Syaikh Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi

Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali

Syaikh Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi

Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini Al-Atsari

Syaikh Muhammad Abduh

Syaikh Said bin ali Al Wahf al-Qahthoni

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha

Syaikh Muhammad al-Amin Asy-Syinqithi

Syaikh Abdul Muhsin bin Hammad Al-Abbad

Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu

Syaikh Abdurrazzaq ‘Afifi

Syaikh Hamud bin ‘Abdullah At-Tuwaijiri

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Syaikh Ali Hasan Al Halaby (1380 H)

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam

Syaikh Abdullah bin Abdul-Aziz bin ‘Aqil

Syaikh Abu Ubaidah Masyhur Hasan Salman

Syaikh Bakr Abu Zaid

Syaikh Ali Mahfuzh

Syaikh Muhammad ‘Abdussalam

Syaikh Nida Abu Ahmad

Syaikh Sa’ad Yusuf Abu Aziz

Syaikh Mahmud Al-Baghdadi Al-Alusi

Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq Al-Qasimi Azh-Zhafiri

Syaikh ‘Ali bin Yahya bin ‘Ali bin Muhammad Al-’Amiri Al-Haddadi

Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ustadz Abu ‘Amr Ahmad

Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad Syarbini

Ustadz Dzulqarnain Al Makassariy

Ustadz ‘Abdul Mu’thi Al-Maidani

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Ustadz Luqman Ba’abduh

Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Ustadz Abu Mundzir Dzul Akmal

Ustadz Jafar Salih

Ustadz Idral Harits

Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary

Ustadz Mundzir Abu Ibrahim

Ustadz Abdurrahman Lombok

Ustadz Abu Umar Ibrohim

Ustadz Adib

Ustadz Nashrullah Abdul Karim Lc.

Ustadz Mukhtar

Ustadz Agus Suady

Ustadz Abdul Haq

Ustadz Abdul Jabbar Al-Bantuli

Ustadz Abu Abdillah Muhammad Higa

Ustadz Abu Abdil Muhsin

Dr.Firanda Andirja,

Ustadz Abu ‘Ali

Ustadz Zaid Susanto, Lc.

Ustadz Arifin Ridin, Lc.

Ustadz Abdullah Sholeh Ali Hadrami (ini sudah lumayan tobat. klik beritanya: Ustadz Wahabi ini Sudah Tobat)

Ciri-ciri aliran wahabi salafi biasanya suka memberi gelar yang jelek pada kelompok lain: NU biasanya disebut sebagai quburiyyin.

PKS dan HTI sering disebut sebagai hizbiyyun atau neo-khowarij.

Imam al Ghazali digelari sebagai ahlul bid’ah

Bahkan mereka berani mengkritik Sayyidina Umar al Faruq. Source: berbagai sumber

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/03/catat-daftar-gembong-wahabi-salafi-di-pengajian-salafi.html

Jumat, 09 Desember 2016

PCNU Probolinggo Luncurkan Program Gerakan NU Peduli

Probolinggo, Nadlatul Ulama. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo, Ahad (10/4) malam secara resmi meluncurkan program Gerakan NU Peduli. Program ini merupakan salah satu ikhtiar PCNU setempat dalam mewujudkan visi dan misi NU terkait dengan kesejahteraan dan rasa keadilan bagi masyarakat.

Wakil Ketua PCNU Kota Probolinggo, H Ahmad Hudri mengatakan berbagai program yang dikembangkan oleh NU pada dasarnya juga akan memandirikan NU sebagai Jamiyah.

PCNU Probolinggo Luncurkan Program Gerakan NU Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Luncurkan Program Gerakan NU Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Probolinggo Luncurkan Program Gerakan NU Peduli

Potensi warga NU sangat besar dengan berbagai latar belakang profesi. Diantaranya pedagang, pengusaha, buruh di dalam maupun di luar negeri, pegawai, konsultan, guru, TNI/Polri, politisi, nelayan dan petani, katanya.

Nadlatul Ulama

Menurut Hudri, program Gerakan NU Peduli ini dimaksudkan menggalang kepedulian masyarakat dengan memberikan donasi berupa dana maupun barang baik melalui wakaf, infaq, shadaqah dan zakat. Dimana tujuannya, menggerakkan potensi warga NU dari berbagai bidang profesi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu menggalang dan menghimpun para donatur untuk menyalurkan wakaf, infaq, shadaqah dan zakat. Selanjutnya menyalurkan hasil pengumpulan wakaf, infaq, shadaqah dan zakatnya melalui program Gerakan NU Peduli kepada yang berhak, terangnya.

Nadlatul Ulama

Hudri menegaskan ada beberapa jenis program dari Gerakan NU Peduli ini. Yakni, donasi dalam bentuk uang tunai atau barang. Serta, wakaf dan zakat, tambahnya.

Lebih lanjut Hudri mengungkapkan bahwa ada beberapa sasaran program yang akan dilakukan untuk mencapai program Gerakan NU Peduli. Yakni, beasiswa siswa kurang mampu dan berprestasi, beasiswa santri kurang mampu dan berprestasi, bantuan subsidi pendidikan siswa/santri kurang mampu serta bantuan operasional pendidikan (BOP) milik PCNU Kota Probolinggo.

Disamping itu, santunan kematian bagi keluarga miskin, bantuan barang, bantuan dan penanggulangan korban bencana alam/kemanusiaan, santunan fakir miskin dan yatim/ piatu, bantuan sertifikasi tanah wakaf serta bantuan subsidi kegiatan unggulan, tegasnya.

Hudri menambahkan ada mekanisme yang harus dilakukan donatur dalam menyerahkan donasinya. Dimana donasi dapat diserahkan secara langsung di kantor PCNU Kota Probolinggo di Jl. Bengawan Solo 01 Kota Probolinggo. Atau diambil oleh petugas Gerakan NU Peduli. Selain itu bisa juga ditransfer melalui Rekening Bank Jatim Probolinggo PCNU Kota Probolinggo Nomor Rekening 0122530361.(Syamsul Akbar/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67217/pcnu-probolinggo-luncurkan-program-gerakan-nu-peduli

Adab Berhutang Dalam Islam

Nadlatul Ulama - Hutang itu wajib dilunasi. Hutang adalah hak yang baru selesai urusan jika sudah dilunasi. Saking pentingnya hutang, orang yang sudah meninggal dan masih punya beban hutang, ahli waris harus menanggung hingga lunas. Karena itulah, Islam mengatur adab berhutang. Berikut 11 adab hutang beserta teks dalilnya:

Adab Berhutang Dalam Islam
Adab Berhutang Dalam Islam


1. Jangan pernah tidak mencatat hutang piutang.

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya..” (TQS Al Baqarah 282)

2. Jangan pernah berniat tidak melunasi hutang.

“Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri..” (HR Ibnu Majah, hasan shohih)

3. Punya rasa takut jika tidak bayar hutang, karena sebab tidak diampuni dan tidak masuk surga

“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang”. (HR.Muslim)

4. Jangan merasa tenang kalo masih punya hutang.

“Barangsiapa mati dan masih berhutang satu dinar atau dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR.Ibnu Majah, Shohih)

5. Jangan pernah menunda-nunda membayar hutang

“Menunda-nunda (bayar hutang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kedzaliman..” (HR Bukhari dan Muslim)

6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar hutang

“Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran hutang..’ (HR Bukhari dan Abu Daud).

7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran hutang.

“Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi hutang..” (HR Ahmad, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

8. Jangan pernah meremehkan hutang walaupun sedikit. “Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada hutangnya hingga hutangnya dibayarkan..” (HR Ahmad, at-Tirmidzi, ad-Darimi, dan Ibnu Majah)

9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang menghutangi.

“Sesungguhnya, apabila seseorang berhutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari..” (HR Bukhari dan Muslim).

10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

“… Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban..” (QS al-Israa’ : 34)

11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah menghutangi

“Barangsiapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak mendapati apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya hingga engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya..” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/adab-berhutang-dalam-islam.html

Selasa, 06 Desember 2016

Rela Antre Demi Mendapatkan Bubur Samin

Solo, Nadlatul UlamaMenjelang tiba waktu ashar di hari kelima Ramadhan 1437 H, Jumat (10/6), lalu lalang kendaraan di jalanan sekitar Kampung Jayengan Solo, Jawa Tengah, masih tampak sepi. Namun, tidak demikian bila Anda masuk pada sebuah gang, tepatnya di kompleks Masjid Darussalam.

Di sana, Anda akan menemukan kerumunan warga yang tengah antre untuk mendapatkan hidangan bubur samin, sebuah kuliner khas kampung tersebut, sebagai menu buka puasa mereka.

Rela Antre Demi Mendapatkan Bubur Samin (Sumber Gambar : Nu Online)
Rela Antre Demi Mendapatkan Bubur Samin (Sumber Gambar : Nu Online)


Rela Antre Demi Mendapatkan Bubur Samin

Ya, tiap warga yang antre tersebut membawa wadah masing-masing. Wadah yang dibawa pun beragam, mulai dari mangkuk, piring, rantang, bahkan ada pula yang membawa termos nasi.

Satu persatu, wadah tersebut mulai diisi dengan bubur yang masih panas, yang diambil langsung dari tempat panci besar pembuatan bubur. Penulis sendiri, karena lupa membawa wadah, pernah mencoba dengan menggunakan kantong plastik. Hasilnya, kantong ikut meleleh karena saking panasnya bubur tersebut.

Nadlatul Ulama

Bubur Samin sendiri merupakan makanan takjil khas Masjid Darussalam. Tradisi pembagian bubur ini sudah berlangsung sejak 50 tahun lebih.

Nadlatul Ulama

Sejak saya kecil bubur ini sudah ada. Dulu saya juga sering antre untuk mendapatkan bubur samin setiap kali menjelang berbuka puasa, kata pengurus Takmir Masjid, H. Rosyidi Muchdlor.

Pembuatan bubur sudah dimulai sedari siang. Bubur sudah mulai dimasak di sebuah jimbeng (panci besar). Bahan-bahan seperti beras, daging sapi, aneka rempah dimasukkan satu per satu. Tak lupa minyak samin, inilah alasan kenapa dinamakan bubur samin, dicampurkan ke adonan bubur. Sekitar pukul 15.00 WIB, bubur sudah matang dan siap disajikan.

Seribu Porsi

Pada Ramadhan tahun ini, pihak takmir Masjid Darussalam Jayengan Solo, setiap hari menyediakan 45 kilogram atau 1000 porsi bubur samin. Seribu porsi tersebut, masing-masing 800 diperuntukkan untuk warga yang ingin membawa pulang ke rumah, sedangkan sisanya 200 porsi disantap untuk buka bersama di masjid. Lantaran tingginya animo warga yang ingin merasakan bubur khas warga Banjar itu, persediaan 1000 porsi masih belum dapat memenuhi permintaan warga.

Awalnya kami menyediakan 800 bagi warga yang ingin membawa pulang bubur, tapi jumlah itu masih kurang. Akhirnya, porsi untuk takjil sebagian ada yang kami bagikan sebelum waktu buka, terang Ilyas, salah satu takmir masjid, saat ditemui usai pembagian bubur.

Pembagian bubur samin di Masjid Darussalam ini akan berlangsung setiap hari selama bulan puasa. Selain bubur samin, aneka hidangan juga disediakan untuk takjil. Di antaranya kurma, kopi dan susu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68931/rela-antre-demi-mendapatkan-bubur-samin

Nadlatul Ulama

Senin, 14 November 2016

NU receives world peace award in Paraguay

Jakarta, Nadlatul Ulama. The international community has, again and again, recognized the role played by Nahdlatul Ulama (NU), the Indonesias largest Muslim organization for its consistency in maintaining religious harmony in Indonesia and abroad.

Due to its important role, a world peace organization, the Global Peace Foundation, granted the Global Peace Awards in the fields of Interfaith Leadership, to the religious social organization in Asuncion, Paraguay, South America, Saturday (22/11).

NU receives world peace award in Paraguay (Sumber Gambar : Nu Online)
NU receives world peace award in Paraguay (Sumber Gambar : Nu Online)


NU receives world peace award in Paraguay

"The World Peace Convention began on 19 (November) and was closed yesterday, and its peak today is for giving awards. Alhamdulillah, NU this year is the global peace award recipient," said the Secretary General of NU, H. Marsudi Syuhud, representing NU in the Saturdays awards ceremony.

Marsudi explained the Global Peace Foundation had formerly made some criteria for the this years peace awards taking the theme "One Family under God".

Nadlatul Ulama

He said those involved in the peace awards were, among others, leading innovators, governments, institutions, civil society organizations, academia, and interfaith communities, which have worked in improving the lives of people or other groups, and really contributed to world peace.

Nadlatul Ulama

The winners, said Marsudi, were also judged to have demonstrated their integrity in life and service, and provided examples of the recognition of diversity in social life.

"NU is considered to have demonstrated outstanding efforts in promoting interfaith cooperation, humanitarian, as well as service and peace. This award is certainly must be appreciated, because here NU is the representative of Indonesia," Marsudi said.

While in the peace convention, Marsudi delivered a speech titled "Leadership in the Promotion of Liberty, Prosperity and Integrity".

"This speech conveys the importance of moral leadership. This is an important topic, not only for Muslim countries in Asia, but also other countries in the world," he said.

Marsudi explained that human could not be separated from moral leadership in support of freedom, prosperity, and integrity, because it is part of the Indonesian dignity and system that have successfully helped build a civilization.

"It was like when we will go to a destination, which is the point of success in the world and the hereafter (saadah fiddunya wal akhirat), ways and paths to achieve this is by using the freedom, prosperity, and integrity implemented by leaders who are controlled by a moral system," Marsudi added.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (International) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55944/nu-receives-world-peace-award-in-paraguay

Nadlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock