Sabtu, 13 Mei 2017

Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki

Istambul, Nadlatul Ulama. Berbeda dengan tradisi di Indonesia, malam Lailatul Qadar di Turki diperingati pada malam 27 Ramadhan. Tahun ini malam 27 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 1 Juli. Umat Muslim Turki secara serentak menyambut datangnya malam Lailatul Qadar. Seluruh jamaah berbondong-bondong memadati masjid di kawasan mereka masing masing.

Tradisi Kadir Gecesi juga dirayakan oleh umat Muslim di Konya. Di kota Sufi Maulana Jalaluddin Rumi ini, para jamaah setelah shalat Magrib mulai memadati halaman masjid Selimiye yang terletak di komplek makam dan museum Rumi. Perayaan Lailatul Qadar di Konya dihadiri sekitar 100 ribu jamaah. Mereka melaksanakan shalat Tarawih 20 rakaat dan shalat Witir 3 rakaat. Di luar itu ada jeda untuk mengambil atau memperbarui wudhu bagi yang batal. Ibadah selanjutnya shalat Lailatul Qadar sebanyak 4 rakaat. Pada rekaat pertama dan ketiga mereka membaca surat Al-Fatihah dan Al-Qodar. Pada rekaat kedua dan keempat mereka membaca surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.

Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)


Kadir Gecesi, Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Turki

Di luar komando para imam dan mufti tersebut, jamaah bebas melaksanakan shalat sunnah lainnya seperti Tahajud.

Salah satu hal unik yang bisa ditemui di Masjid Selimiye, Konya adalah diantara dua menara masjid terdapat lampu bernama mahya yang memijarkan kalimat kadir gecesi bin aydan daha hayrldr (malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan). Perayaan malam Lailatul Qadar ini berlangsung hingga waktu sahur. Para jemaah setelah melakukan ibadah disediakan makan sahur oleh panitia acara. (Heri Pabriantok/Mukafi Niam)

Nadlatul Ulama

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69536/kadir-gecesi-tradisi-berburu-lailatul-qadar-di-turki

Nadlatul Ulama

Nadlatul Ulama

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock