Minggu, 21 Juni 2015

Berikan Penyuluhan Mulai dari Lokalisasi hingga Komunitas LSL

Karanganyar, Nadlatul Ulama. Beberapa tahun lalu, Nahdlatul Ulama bekerja sama dengan Global Fund dalam sebuah program Penjangkauan HIV/AIDS. Program yang telah berjalan hampir 2 tahun ini memberikan pengalaman tersendiri bagi para penjangkau (sebutan untuk relawan penjangkauan).

Arif Amani, salah satu penjangkau di daerah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menuturkan suka dukanya saat ikut menjadi penjangkau. Di bawah naungan Muslimat Jateng, di Karanganyar ini kami berkolaborasi dengan salah satu LSM, L-Paska, kata Arif, kepada Nadlatul Ulama, Sabtu (6/9).

Berikan Penyuluhan Mulai dari Lokalisasi hingga Komunitas LSL (Sumber Gambar : Nu Online)
Berikan Penyuluhan Mulai dari Lokalisasi hingga Komunitas LSL (Sumber Gambar : Nu Online)


Berikan Penyuluhan Mulai dari Lokalisasi hingga Komunitas LSL

Ia menjelaskan, kegiatan sebagai penjangkau yakni mulai dari kegiatan penjangkauan hingga ke fasilitas kesehatan. Tugas kita di antaranya memberikan penyuluhan hingga mengantar klien test HIV, kata Arif.

Mantan Ketua IPNU Karanganyar itu menuturkan, pada awalnya mereka kesulitan untuk masuk ke dalam populasi kunci waria, pengguna narkoba jarum suntik, dan homoseksual. Namun, seiring waktu kegiatan mereka mendapat respon dari kaum tersebut.

Nadlatul Ulama

Faktor LSL

Dari berbagai hal yang dia lakukan bersama teman-temannya, Arif mendapatkan pengetahuan beberapa hal. Pernah suatu ketika dia dan penjangkau komunitas untuk meneliti komunitas LSL (Lelaki Suka Lelaki). Mereka dihadapkan pada sebuah pertanyaan: benarkah LSL (homoseksual) karena faktor genetis benar-benar ada?

Nadlatul Ulama

Sebab, selama dia bergaul dengan mereka, banyak faktor yang menjadikan mereka menjadi LSL antara lain karena korban pelecehan seksual, menjual diri karena faktor ekonomi, ataupun coba-coba.

Yang saya temui, mereka awalnya normal. Bahkan mereka tertutup dengan masyarakat serikat. Di dalam masyarakat mereka masih mengaku lelaki sejati, ungkapnya.

Pengalaman ini menjadi hikmah tersendiri baginya. Jagalah fitrah, termasuk fitrah orientasi seksual. Seperti fitrah agama, jika tidak kita jaga bisa berubah. Banyak LSL (homoseksual) yang sebenarnya menyesal dan berusaha untuk kembali, katanya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Foto: Salah satu kegiatan penyuluhan

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54295/berikan-penyuluhan-mulai-dari-lokalisasi-hingga-komunitas-lsl

Nadlatul Ulama

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock