Jumat, 14 September 2012

Kemenag-Australia Lanjutkan Pelatihan Vokasi Bagi Pesantren

Jakarta, Nadlatul Ulama. Kementerian Agama dan lembaga diklat Technical And Further Education (TAFE) Queensland, Australia sepakat melanjutkan kerja sama dalam pelatihan manajemen pendidikan vokasional bagi pengelola pesantren.

"Kerja sama Kemenag dengan TAFE Queensland selama dua tahun terakhir ini sudah berjalan baik dan karenanya harus diteruskan, bahkan ditingkatkan skalanya," kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Dr Mohsen Alaydrus kepada pers di Jakarta, Rabu.

Kemenag-Australia Lanjutkan Pelatihan Vokasi Bagi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag-Australia Lanjutkan Pelatihan Vokasi Bagi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


Kemenag-Australia Lanjutkan Pelatihan Vokasi Bagi Pesantren

Mohsen mengemukakan keterangan tersebut sehubungan ditandatanganinya "letter of intent" (LoI) antara Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen Alaydrus dengan Direktur TAFE Queensland International Janelle Chapman di Jakarta pada 28 Januari 2016.

Nadlatul Ulama

Kemenag pada 2014 mengikutsertakan sembilan peserta pelatihan di TAFE Queensland dan pada 2015 delapan peserta. Semua biaya transport, akomodasi dan uang saku selama tiga pekan ditanggung oleh pihak Australia.

TAFE Queensland International itu sendiri adalah sebuah lembaga pemerintah yang fokus mengelola pendidikan vokasional di Australia. Selama pelatihan di lembaga itu para peserta diberikan berbagai materi seperti konsep pendidikan vokasional, managemen SDM, dan "link and match industry".

Nadlatul Ulama

Menurut Mohsen, para alumni yang dikirim belajar ke Australia telah merasakan manfaatnya. Ia juga mengusulkan agar ke depan pelatihan bisa diselenggarakan di Indonesia sehingga bisa lebih banyak pesantren yang berpartisipasi dengan biaya yang lebih hemat.

Sementara itu Direktur TAFE Queensland International Janelle Chapman mengharapkan agar apa yang didapatkan peserta selama pelatihan di Australia dapat diterapkan di pesantren masing-masing sehingga kualitas pendidikan vokasional di pesantren dapat ditingkatkan.

Pada kesempatan terpisah Heri Trianingsih, salah satu alumni pelatihan di Australia yang berasal dari pesantren di Jawa Tengah mengatakan, produktivitas pesantrennya dalam memproduksi bibit ikan kini semakin meningkat.

"Sebelumnya produksi hanya sekitar 150 ribuan. Sekarang pesantren kami bisa memproduksi 750 ribu bibit ikan," ucap alumnus pelatihan di TAFE Queensland tahun 2015 itu.

Sementara itu alumni lain, Fadhullah Marzuki dari pesantren Almarkaz Sulawesi Selatan mengemukakan, seusai mengikuti pelatihan dirinya mengubah pandangan pribadinya mengenai Australia.

Jika selama ini ia berpandangan Australia tidak ramah terhadap Islam, namun ternyata setelah selama tiga minggu mengikuti pelatihan di negara itu menemukan bahwa warga Australia justru bersikap Islami.

"Mereka sebenarnya telah menerapkan nilai-nilai Islam seperti menghargai waktu atau berdisiplin, santun, dan memuliakan tamu," tuturnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65537/kemenag-australia-lanjutkan-pelatihan-vokasi-bagi-pesantren

Nadlatul Ulama

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock