Minggu, 15 Juli 2012

Kisah Gus Dur Menghentikan Kendaraan Mantan Menristek

Nadlatul Ulama - Pada suatu kesempatan, Gus Dur bersama A.S Hikam mantan Menristek yang merupakan teman dekat Gus Dur meghadiri pengajian di Jawa Barat. Acara bertepatan di Bulan Asyura (Suro, Jawa) yang diisi mauidhoh oleh Kiai dari Demak.

Kisah Gus Dur Menghentikan Kendaraan Mantan Menristek
Kisah Gus Dur Menghentikan Kendaraan Mantan Menristek


Dalam mauidhohnya, kiai menyampaikan beberapa keutamaan puasa di Bulan Syuro, yakni "barangsiapa berpuasa satu hari seperti berpuasa satu tahun."

Seusai acara, Gus Dur dengan keseriusan berbicara pada A.S Hikam temannya,

"Kam, besok puasa lho kam"

"Ah, yang bener Gus"

"Iya Kam, lumayan.. Dawuh Kiai tadi, puasa sehari seperti puasa setahun"

A.S Hikam kurang percaya, mengingat keadaan Gus Dur ketika itu rada kurang baik di tengah banyaknya kegiatan.

Keesokan harinya, mereka berdua harus pergi ke Tuban menghadiri acara haul. Di tengah perjalanan, sekitar waktu Dhuhur, Gus Dur meminta A.S Hikam menghentikan kendaraan.

"Kam, berhenti cari tempat makan"

"Loh, kan puasa Gus.. ini masih tengah hari"

"Iya Kam, saya ambil setengah tahun saja, lumayan," jawab Gus Dur datar. Hahaha. AS Hikam melongo atas ulah Gus Dur yang seperti tanpa dosa itu. [Nadlatul Ulama]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/kisah-gus-dur-menghentikan-kendaraan-mantan-menristek.html

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock