Selasa, 13 Maret 2012

Guyonan KH Hasyim Muzadi Soal NU Ruwet

Nadlatul Ulama - Masih teringat joke lucu Almarhun KH Hasyim Muzadi waktu mengisi ceramah Haul Almagfurlah Mbah Kiai Wahab Hasbullah Jombang.

Suatu ketika Kholifah Sayyidina Ali Bin Abi Tholib ditanya oleh Tabi'in menganai keruwetan peta politik di Makkah mengenai perebutan kekuasaan.

Guyonan KH Hasyim Muzadi Soal NU Ruwet - Nadlatul Ulama
Guyonan KH Hasyim Muzadi Soal NU Ruwet - Nadlatul Ulama


Guyonan KH Hasyim Muzadi Soal NU Ruwet

Wahai Ali, mengapa pada Zaman Baginda Nabi Muhammad para sahabat (masyarakat) tidaklah "seruwet" masyarakat sekarang yang Engkau pimpin.

Nadlatul Ulama

Dengan sabar Sayyidina Ali menjawab, "Iya, zaman Baginda Nabi Muhammad, masyarakat yang dipimpin beliau adalah orang orang seperti saya, dan ketika sekarang yang saya memimpin. masyarakatnya ganti seperti kalian".

Hal itu juga pernah ditanyakan oleh warga NU kepada saya (almarhum Pak Hasyim), "yai. kenapa Zaman Gus Dur, NU diombang-ambingkan pemerintah, NU tidak seruwet sekarang?"

Nadlatul Ulama

Almarhum KH Hasyim pun menjawab, "dulu yang dipimpin Gus Dur adalah orang seperti saya dan sekarang ketika saya yang memimpin NU, orang yang saya pimpin ruwet seperti kamu".

Semoga sentilan di atas bisa menggugah kesadaran kita yang dininabobokan oleh ego dan kepentingan sesaat. Terimakasih atas ilmunya, kiai. Al Fatihah. [Nadlatul Ulama/ab]

Keterangan:

Cerita diatas dituturkan oleh MA Husain Umar

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/03/guyonan-kh-hasyim-muzadi-soal-nu-ruwet.html

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock