Jumat, 04 November 2011

KH Maimun Kecam Teror Thamrin Jakarta

Nadlatul Ulama - KH. Maimun Zubair, Rembang, mengaku prihatin dengan terjadinya peristiwa pengeboman Sarinah, 14 Januari 2015, Jakarta. Menurutnya, ngebom itu menghancurkan nyawa. Padahal agama menghormati itu.

"Pengeboman itu mudah-mudahan bisa diusut tuntas, apa (motifnya) dan dari siapa. Kan sampai sekarang belum jelas pelakunya," ungkapnya saat menerima kunjungan Pj Bupati Rembang Suko Mardiono dan Kapolres AKBP Winarto di kompleks Pondok Pesantren al-Anwar, Sarang, Jumat (15/1) kemarin.

KH Maimun Kecam Teror Thamrin Jakarta - Nadlatul Ulama
KH Maimun Kecam Teror Thamrin Jakarta - Nadlatul Ulama


KH Maimun Kecam Teror Thamrin Jakarta

Kyai Maimun ini pun mengecam keras aksi teror tersebut, yang diduga dilakukan salah satu jaringan ISIS di Indonesia. Menurut kyai yang akrab disapa Mbah Mun ini, pembunuhan warga sipil dengan alasan apapun, tidak bisa dibenarkan. Apalagi mengatasnamakan agama.

"Kalau seumpama (pelakunya) dari kita, Naudzu Billah dan jangan sampai. Harus kita insafkan, dan perlu menyadarkan bangsa Indonesia ini bahwa walau kita berbeda tapi sama," tegasnya. Mbah Mun menegaskan, aksi para teroris telah menyalahi koridor lima prinsip ajaran Islam yang benar. Yakni menjaga akal, menjaga jiwa, menjaga keturunan, menjaga hak milik, dan menjaga kehormatan sesama manusia. Kelima prinsip ajaran tersebut, menurutnya, bisa ditemukan pada semua agama.

Nadlatul Ulama

"Agama biar (dijalankan) masing-masing, perbedaannya hanya satu, yaitu dalam hal menyembah kepada tuhan. Tapi prinsip ajaran agama yang lima ini, tidak ada perbedaan," tegasnya.

Karena itu terkait aksi pengeboman oleh sekelompok oknum, menurutnya telah menciderai ajaran Islam. "Tidak boleh menghina sesama manusia, walaupun berbeda agamanya, apalagi sampai ngebom," ungkapnya. (Ab)

Nadlatul Ulama

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/01/kh-maimun-kejam-teror-thamrin-jakarta.html

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock