Minggu, 07 Februari 2010

GP Ansor Probolinggo Sesalkan Pendataan Ulama

Probolinggo, Nadlatul Ulama. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis sangat menyesalkan adanya pendataan ulama oleh Polda Jawa Timur melalui masing-masing Polres.

Ansor menganggap pendataan itu merupakan sebuah proses yang jelas tidak terukur dan secara tidak langsung menimbulkan wacana baru di kalangan kiai atau ulama terutama di NU, katanya, Ahad (5/2).

GP Ansor Probolinggo Sesalkan Pendataan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Sesalkan Pendataan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Probolinggo Sesalkan Pendataan Ulama

GP Ansor sebagai benteng utama ulama NU jelas Muchlis, meminta Polda Jawa Timur untuk meminta maaf kepada para kiai dan mengklarifikasi secara jelas dan transparan apa maksud dari pendataan ulama tersebut.

Nadlatul Ulama

Jika Polda Jatim membiarkan ini menjadi bola api panas yang dibiarkan terus bergulir bukan tidak mungkin persepsi akan kembalinya rezim orde baru bahkan rezim komunis semakin nyata dan nampak di permukaan, jelasnya.

Menurut Muchlis, predikat ulama tidak disematkan oleh pemerintah, ulama disematkan oleh warga atau rakyat kepada mereka yang ahli dan diyakini sangat memahami tentang ilmu agama. Bahkan ulama di kalangan Nahdlatul Ulama adalah orang yang sangat dihormati dan disegani.

Nadlatul Ulama

Ulama NU sudah final untuk NKRI, jadi sangat tidak mungkin melakukan makar atau apapun. Jika masih ragu dengan kiai NU, berarti pemerintah hari ini juga ragu tentang eksistensi NU selama ini, tegasnya.

Muchlis menambahkan bahwa jika pilkada DKI Jakarta yang sekarang ini suasananya panas, maka jangan bawa-bawa bola panas itu ke daerah.

Polri seharusnya pintar bersikap dan melokalisir keadaan situasi sehingga problem Jakarta jangan dibawa ke daerah lain, pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75221/gp-ansor-probolinggo-sesalkan-pendataan-ulama

Nadlatul Ulama

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock