Rabu, 14 Oktober 2009

Dakwatuna, Media Islami atau Media Fitnah? Klarifikasi Ulil Abshar Abdalla

Nadlatul Ulama - Sebuah media "Islami" pernah memuat berita bahwa saya mengatakan: 90% Quran berisi pendapat manusia. Berita ini mengutip pesan di twitter saya. Saya sudah koreksi berkali-kali, bahwa kutipan dari twitter saya itu salah.

Dakwatuna, Media Islami atau Media Fitnah? Klarifikasi Ulil Abshar Abdalla - Nadlatul Ulama
Dakwatuna, Media Islami atau Media Fitnah? Klarifikasi Ulil Abshar Abdalla - Nadlatul Ulama


Dakwatuna, Media Islami atau Media Fitnah? Klarifikasi Ulil Abshar Abdalla

Yang benar saya mengatakan bahwa: 90% Tafsir Quran itu berdasarkan pendapat manusia, yaitu para mufassir. Jadi ada kata tafsir yang hilang dalam berita itu. Hilangnya kata tafsir dalam berita itu mengubah makna secara mendasar.

Yang mengherankan, koreksi yang berkali-kali saya tulis di twitter itu, setahu saya, tak pernah dimuat oleh media "Islami" tersebut. Mereka seperti lepas tanggung jawab begitu saja.

Banyak orang yang percaya begitu saja pada isi berita itu dan langsung menumpahkan makian pada saya. Saya maafkan mereka yang telah memaki itu. Semoga mereka mendapat hidayah.

Berita ini muncul sudah setahun yang lalu. Tetapi masih diedarkan terus oleh sejumlah kalangan, terutama di medsos, sampai sekarang.

Baik kelakuan media itu maupun orang-orang yang dengan gampang percaya pada isi berita tersebut, jauh dari akhlak Islam.

Saya sebetulnya malas menanggapi hal seperti ini. Setelah koreksi ini saya tak akan menanggapi lagi isu itu.

Ini link berita yang ditulis media "Islami" itu:

http://www.dakwatuna.com/2015/08/25/73682/ulil-90-persen-alquran-itu-pendapat-para-pengarang/

Yang kenal dengan redaksi media tersebut, tolong diberitahukan ke mereka soal koreksi saya ini. Jika mereka benar-benar media Islami, mereka mestinya mau mengoreksi berita yang keliru dan masih terus beredar itu. [Nadlatul Ulama]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/dakwatuna-media-islami-atau-media-fitnah-klarifikasi-ulil-abshar-abdalla.html

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock