Selasa, 04 Agustus 2009

Kami Korban Fitnah dan Korban Kebencian Kalian

Nadlatul Ulama - Kami adalah korban kalian. Ada statemen kami dianggap meledek gamis dan sorban. Bukan, bukan itu yang kami maksud. Kami meledek orang yang bergamis dan bersorban tapi kelakuannya keras dan kasar. Kami lihat Habib Lutfi bin Yahya, Habib Umar bin Hafidz, Habib Ali Al-Jufri, semuanya memakai sorban dan gamis tetapi mereka semua menebarkan kedamaian.

Kami Korban Fitnah dan Korban Kebencian Kalian
Kami Korban Fitnah dan Korban Kebencian Kalian


Kami menghina Ulama? Tidak. Kami cinta Ulama. Kami hanya menjawab fitnahan fitnahan yang mereka lontarkan kepada Ulama kami yang menebarkan kedamaian.

Kami menghina jenggot? Tidak. Kami hanya tidak suka karena jenggot yang mereka punya suka bikin bom dan merasa paling benar. Kami juga punya Ulama yang berjenggot. Syaikh Hisyam Kabbani jenggotnya panjang sampai dada, tapi beliau menebarkan kedamaian dengan akhlaknya.

Kami teman PKI? Tidak. Kami benci PKI tapi kebencian kami profesional. Kami tahu PKI sudah lama mati, jika hidup, kami yang memerangi mereka duluan. Ulama NU paling banyak dibunuh, tapi NU tidak terhasut, apalagi isu PKI sekarang dijadikan alat untuk menurunkan Jokowi.

Kami benci Islam? Tidak. Kami shalat, kami puasa, bahkan panutan kami kiai. Kami hanya tidak suka dengan sifat kalian yang kasar, arogan dengan mencatut nama Islam.

Tapi ya sudahlah kalian tidak akan mengerti karena kalianlah penghuni surga sejati. [Nadlatul Ulama]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/kami-memang-korban-fitnah-dan-kebencian-kalian.html

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock