Kamis, 23 Agustus 2007

Santri Tenggarong Sukacita Sambut Hari Santri

Tenggarong, Nadlatul Ulama. Mengenang jasa pahlawan pejuang yang dilakukan oleh para ulama dan kiai dan santri dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari tangan para penjajah. Maka Presiden RI Joko Widodo secara resmi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Tentunya suasana kegembiraan menyebar sampai ke daerah-daerah, salah satunya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) menyambut suka cita Hari Santri Nasional.

Santri Tenggarong Sukacita Sambut Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Tenggarong Sukacita Sambut Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)


Santri Tenggarong Sukacita Sambut Hari Santri

Ketua PBNU Dr KH. Farid Wadjdy, M.Pd yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim menyambut baik Hari Santri Nasional. Dalam hal ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kukar langsung mengelar acara yang dikemas dalam menyambut Hari Santri Nasional, dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Islam Kecamatan Tenggarong Seberang, Rabu (21/10/2015) malam.

Kegiatan itu digagas oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kukar bekerjasama dengan MWC NU Tenggarong seberang.

Nadlatul Ulama

Ketua PCNU Kukar H. Chairul Anwar menyambut baik ditetapkannya Hari Santri Nasional. Tentunya menurut dia, generasi muda Nahdliyin sangat bersemangat dalam menyambut Hari Santri Nasional.

Nadlatul Ulama

"Saya mengharapkan generasi muda Nahdliyin harus menjadi santri yang cerdas, amanah, inovatif, mandiri, serta mari fastabiqul khairot dalam bingkai NKRI," katanya.

Sementara itu Farid Wadjdy mengatakan penetapan tersebut melalui proses perjuangan yang cukup panjang hingga akhirnya ditetapkan Hari Santri Nasional,

"Sudah sejak lama kita memperjuangkan hal ini, cuma baru di masa Pemerintahan Presiden Jokowi bisa ditetapkan Hari Santri Nasional," ucapnya.

Dengan ditetapkannya Hari Santri Nasional, maka Hari Santri bukan lagi hanya semata milik para warga NU, tapi sudah menjadi milik negara.

Maka dari itu dalam rangka Hari Santri Nasional, kita maknai sebagai penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang dan syuhada yang telah berjuang dalam membela dan menjaga NKRI, dan sudah menjadi tugas kita selanjutnya agar warga NU tetap berada di garis terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, karena bagi kita warga NU, Pancasila dan NKRI itu adalah harga mati, kata Farid.

Acara diawali tahlilan yang dipimpin KH Abdul Hanan selaku Rais Syuriah MWC NU Tenggarong Seberang.

Kegiatan itu juga dirangkai dengan diskusi terbuka dan nonton bareng film dokumenter Resolusi Jihad serta film Sang Kyai yang mengisahkan begitu besarnya peran para ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan NKRI. Red: Mukafi Niam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63063/santri-tenggarong-sukacita-sambut-hari-santri

Nadlatul Ulama

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock