Selasa, 08 Agustus 2006

PBNU Rangkul Musuh AS, Jajaki Kerja Sama Ekonomi dengan Cina

Jakarta, Nadlatul Ulama. Jalur politik luar negeri Nahdlatul Ulama (NU) kini tampak makin terang. Setelah merapat ke Iran, kali ini, organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu mencoba merangkul satu negara lagi yang merupakan musuh Amerika Serikat (AS), yakni Cina.

Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Hasyim Muzadi, Selasa (5/6) malam, bertolak ke Beijing, Cina. Sesaat sebelum keberangkatannya ke negara berhaluan Komunis itu, Hasyim mengungkapkan, kunjungannya membawa misi kerja sama ekonomi guna meningkatkan ekonomi warga NU.

Saya punya agenda ekonomi dengan para pengusaha di negeri itu, ungkap Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religions for Peace itu. Kalau tidak ada aral melintang, ia akan berada di negeri Tirai Bambu tersebut hingga 9 Juni mendatang.

Turut dalam kujungan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Idy Muzayyad dan sejumlah Pimpinan Wilayah (PW) IPNU.

PBNU Rangkul Musuh AS, Jajaki Kerja Sama Ekonomi dengan Cina (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Rangkul Musuh AS, Jajaki Kerja Sama Ekonomi dengan Cina (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Rangkul Musuh AS, Jajaki Kerja Sama Ekonomi dengan Cina

Hasyim mengatakan, Cina adalah negeri yang perekonomiannya maju pesat, bahkan mengalahkan perekonomian negara adidaya AS. Karena itu, PBNU perlu menggandeng para pengusaha di negeri itu dalam rangka mengembangkan ekonomi warga NU. Apalagi keinginan kerja sama di bidang ekonomi itu muncul dari pihak pengusaha.

Ada beberapa pengusaha di Cina yang ingin bekerja sama dengan NU. Karena itu akan menguntungkan bagi kedua belah pihak, tentu kami harus datang ke sana, jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu.

Nadlatul Ulama

Ia menambahkan, NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia harus menata diri dengan membangun ekonomi yang kuat. Terkait dengan itu, berbagai upaya dan terobosan baru perlu dilakukan agar NU tidak tertinggal.

Selain untuk menjajaki peluang kerja sama, NU juga perlu belajar banyak dari Cina untuk meningkatkan ekonomi. Dengan demikian, ia berharap pada masa mendatang, NU menjadi organisasi yang matang dan maju dalam sektor ekonomi.

Sebagaimana diketahui, Hasyim akhir-akhir ini sering berkunjung ke luar negeri. Selain mengkampanyekan paham Ahlussnunnah Wal Jamaah, Islam Indonesia yang moderat, misi ekonomi dan pengembangan jaringan di luar negeri juga dibawa Doktor Kehormatan bidang Peradaban Islam itu. (rif)

Nadlatul Ulama

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/9144/pbnu-rangkul-amp8216musuhamp8217-as-jajaki-kerja-sama-ekonomi-dengan-cina

Nadlatul Ulama

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nadlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nadlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nadlatul Ulama dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock